Penyuluh Agama Islam KUA Mojosari Hadiri Rapat Penyusunan Kurikulum Majelis Taklim 2025

SHARE

Penyuluh Agama Islam KUA Mojosari Kabupaten Mojokerto Hadiri Rapat Penyusunan Kurikulum Majelis Taklim 2025 di Kanwil Kemenag Jatim
Surabaya, 8 November 2025 —

 Tiga Penyuluh Agama  Kabupaten Mojokerto, yaitu M. Sirojuddin Cholili (KUA Sooko),  Sa’adah ( KUA Kemlagi) dan Husnul Khotimah ( KUA Mojosari ), menghadiri Rapat Penyusunan Kurikulum Majelis Taklim Tahun 2025 yang digelar di Aula Al Ikhlas Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur. Kehadiran mereka menjadi bagian penting dalam memperkuat arah pembinaan masyarakat melalui majelis taklim yang lebih terstruktur, moderat, dan responsif terhadap dinamika zaman.

Kegiatan strategis ini diikuti oleh pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM), Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Provinsi Jawa Timur, serta para penyuluh agama dari berbagai kabupaten/kota. Suasana rapat berlangsung semarak dan penuh antusiasme, menggambarkan kuatnya komitmen bersama dalam mengembangkan kurikulum yang aplikatif dan berdampak nyata bagi umat.

Acara dibuka oleh Kabid Penerangan Agama Islam, Zakat, dan Wakaf (Penais Zawa) Kanwil Kemenag Jatim, H. Arwani. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa majelis taklim merupakan pilar penting dalam membangun literasi keagamaan masyarakat Jawa Timur. Karena itu, penyusunan kurikulum harus dirancang secara serius, sistematis, serta selaras dengan prinsip Islam moderat dan kebutuhan masyarakat masa kini.

“Peran BKM dan BKMT sangat strategis dalam membina umat. Kurikulum ini nantinya diharapkan mampu menjadi panduan yang efektif bagi para penggerak majelis taklim di seluruh Jawa Timur,” tegasnya.

Rapat penyusunan kurikulum dimoderatori oleh Sirojuddin dari perwakilan BKM dan  Hj. Asiyah ketua BKMT Jatim  yang juga  memandu diskusi secara dialogis, runtut, dan melibatkan seluruh peserta. Para penyuluh diberi ruang luas untuk menyampaikan gagasan serta kebutuhan lapangan yang mereka hadapi di daerah masing-masing. Setiap masukan dihimpun sebagai bahan finalisasi kurikulum yang akan digunakan pada tahun 2025.

Seluruh proses penyusunan dipantau langsung oleh Kabid Penais Zawa, H. Arwani, sebagai bentuk dukungan penuh terhadap kualitas hasil rumusan kurikulum. Pemantauan ini juga memastikan bahwa dokumen kurikulum nantinya dapat diterapkan dengan baik dan memberikan arah pembinaan yang kuat bagi majelis taklim.

Kehadiran para Penyuluh Agama Islam KUA Kabupaten Mojokerto, menjadi wujud nyata komitmen dalam memperkuat kapasitas kelembagaan serta menyukseskan visi peningkatan kualitas pembinaan umat. Partisipasi aktif mereka juga menegaskan bahwa kurikulum Majelis Taklim 2025 diharapkan dapat diimplementasikan secara efektif hingga tingkat kabupaten  kota se jawa timur.

Dengan terselenggaranya rapat ini, Kanwil Kemenag Jatim optimis bahwa kurikulum Majelis Taklim Tahun 2025 akan menjadi pendorong peningkatan literasi keagamaan, penguatan moderasi beragama, serta pengembangan pembinaan masyarakat yang lebih terarah dan berdampak luas.