MINI LOKA KARYA PUSKESMAS MODOPURO

SHARE

Penyuluh KUA Mojosari Hadiri Mini Lokakarya Puskesmas Modopuro, Sampaikan Tiga Pesan Kepala KUA

Mojosari, 2 September 2026 — Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Mojosari, Husnul Khotimah, hadir mewakili Kepala KUA Kecamatan Mojosari dalam kegiatan Mini Lokakarya Lintas Sektor yang diselenggarakan oleh Puskesmas Modopuro.

Kegiatan tersebut menjadi ruang koordinasi dan sinergi antara Puskesmas Modopuro dengan berbagai unsur lintas sektor dalam meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimca, perwakilan instansi terkait, serta para pelaku usaha di wilayah kerja Puskesmas Modopuro.

Mini lokakarya ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting. Kepedulian terhadap tumbuh kembang anak tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan dukungan keluarga, pemerintah, dunia usaha, lembaga keagamaan, serta seluruh elemen masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa Puskesmas Modopuro mewakili Kabupaten Mojokerto dalam ajang Award Hipertensi, sebuah capaian yang menunjukkan komitmen dan keseriusan Puskesmas Modopuro dalam meningkatkan pelayanan serta kepedulian terhadap pengendalian penyakit tidak menular, khususnya hipertensi.

Husnul Sampaikan Tiga Pesan Kepala KUA
Mewakili Kepala KUA Kecamatan Mojosari, Husnul Khotimah menyampaikan tiga pesan penting sebagai bentuk dukungan KUA terhadap pembangunan kesehatan dan ketahanan masyarakat.

Pertama, memastikan setiap pernikahan tercatat secara resmi di KUA.

“Pastikan penduduknya yang menikah tercatat di KUA demi legalitas hukum.”

Pencatatan pernikahan merupakan bagian penting dalam memberikan perlindungan dan kepastian hukum bagi pasangan suami istri serta anak yang dilahirkan. Keluarga yang memiliki legalitas pernikahan juga lebih mudah mendapatkan akses terhadap berbagai layanan administrasi dan perlindungan sosial.

Kedua, calon pengantin wajib mengikuti Bimbingan Perkawinan (Bimwin).

Husnul menyampaikan bahwa di Kabupaten Mojokerto, pelaksanaan Bimwin bagi calon pengantin dilaksanakan secara serentak pada hari Selasa dan Kamis. Bimwin menjadi sarana penting untuk membekali calon pengantin dengan pengetahuan tentang kehidupan berkeluarga, kesehatan reproduksi, pengasuhan anak, pengelolaan konflik, serta membangun keluarga yang sakinah, sehat dan maslahat.

Ketiga, melakukan deteksi dini terhadap adanya aliran keagamaan yang menyimpang.

KUA mengajak seluruh unsur masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan membangun komunikasi apabila ditemukan indikasi aktivitas keagamaan yang menyimpang. Upaya deteksi dini diharapkan dapat dilakukan secara persuasif, edukatif, dan melalui koordinasi dengan pihak yang berwenang.

KUA Dorong Sinergi Kesehatan dan Ketahanan Keluarga
Kehadiran KUA dalam forum lintas sektor tersebut menegaskan bahwa pembangunan kesehatan masyarakat memiliki keterkaitan erat dengan ketahanan keluarga.

Melalui peran penghulu dan penyuluh agama, KUA Kecamatan Mojosari terus mendorong edukasi masyarakat mulai dari persiapan pernikahan, pembentukan keluarga sakinah, pengasuhan anak, hingga kepedulian terhadap kesehatan keluarga.

“Upaya mencegah stunting dan membangun masyarakat yang sehat harus dimulai dari keluarga. Karena itu, KUA siap bersinergi dengan Puskesmas dan seluruh lintas sektor dalam memberikan edukasi kepada masyarakat,” ujar Husnul.

Mini lokakarya Puskesmas Modopuro diharapkan semakin memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga keagamaan dan masyarakat dalam mewujudkan keluarga sehat, masyarakat peduli, serta generasi Mojokerto yang sehat dan berkualitas.